Sedikit Berpikir

Leave a comment

23/05/2014 by Ng William

220px-Baldung,_Hans_-Die_drei_Lebensalter_und_der_Tod_-_c._1540

I died as a mineral and arose a plant,
I died as a plant and arose again an animal.
I died as an animal and arose a man.
Why then should I fear to become less by dying?
I shall die once again as a man
To rise an angel perfect from head to foot!
Again when I suffer dissolution as an angel,
I shall become what passes the conception of man!
Let me then become non-existent, for non-existence
Sings to me in organ tones, ‘To him shall we return’

 

Sebuah puisi yang di buat oleh seorang Muslim jaman Persia, Jalal al-Din Muhammad Rumi. Baca pelang-pelan, pahami dan renungi.

Dari yang gua tangkap dari puisi ini adalah tentang konsep reinkarnasi.

Unik sepertinya, seorang Muslim terkenal membuat sebuah puisi tentang reinkarnasi, karena Islam tidak mengenal konsep tersebut.

Sesuai dari puisi tersebut, dikatakan bahwa makhluk hidup selalu ‘naik satu tingkat’ setelah meninggal/mati, dari sesuatu yang berbentuk benda mati sampai menjadi malaikat.

Apakah benar konsep kehidupan seperti itu? Apa setelah kita meninggal, kita akan menjadi malaikat? Apa kembali menjadi manusia yang terlahir kembali? Atau kembali menjadi ‘mineral’?

Hidup memang selalu penuh tanda tanya, mungkin setelah raga ini selesai hanya ada layar hitam di mana-mana, kita mati dalam konotasi benar-benar mati, tak ada surga di atas maupun neraka di bawah, tak ada yang namanya jiwa dan raga.

Kalau memang ada jiwa dan raga, kita tidak akan terlalu pintar karena semua kepintaran dan akal budi berasal dari raga yang fana, jadi kalau kita tidak pintar buat apa kita di hukum di neraka atau menikmati segala hal di surga, toh kita memang bodoh jika kita dihukum di neraka dan tak ada perlawanan di neraka, layaknya sapi yang tidak bisa apa-apa saat ingin di penggal, tentu saja seekor sapi bisa berusaha lari saat ingin dipenggal tapi seekor sapi hanya bisa berteriak saat hal itu terjadi dan tak ada perlawanan. Apa mungkin sesungguhnya memang konsep hukuman di neraka seperti itu, kita dilahirkan sebagai binatang? Ah, entah lah.

Memang Itulah fungsi manusia mempunyai kecerdasan, berpikir.

 

aG9vp1n_460s_v2

Kita semua bermimpi untuk memiliki akhir yang seperti ini.

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

May 2014
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: