Catatan Kejahatan Perang Jepang

1

07/02/2015 by Ng William

PERINGATAN, KONTEN MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN, KEBRUTALAN, SADISME DAN PORNOGRAFI.

 

Perang Pasifik (1937-1945), Jepang adalah tokoh utama dari perang ini, antagonis atau protagonis, tergantung dari sudut pandang anda melihat. Yang pasti, kami menampilkan kejahatan perang yang dilakukan oleh Jepang terhadap negara-negara di Asia Pasifik selama Perang Dunia II.

1. Jugun Ianfu (Comfort Women)

Jugun Ianfu (従軍慰安婦) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada wanita yang menjadi korban dalam perbudakan seks selama Perang Dunia II di koloni Jepang dan wilayah perang.

Jugun ianfu merupakan wanita yang dipaksa untuk menjadi pemuas kebutuhan seksual tentara Jepang yang ada di negara-negara jajahan Jepang lainnya pada kurun waktu tahun 1942-1945.

Menurut riset oleh Dr. Hirofumi Hayashi, seorang profesor di Universitas Kanto Gakuin, jugun ianfu termasuk orang Jepang, Korea, Tiongkok, Malaya (Malaysia dan Singapura),Thailand, Filipina, Indonesia, Myanmar, Vietnam, India, Indo, orang Eropa di beberapa daerah kolonial (Inggris, Belanda, Perancis, Portugis), dan penduduk kepulauan Pasifik. Jumlah perkiraan dari jugun ianfu ini pada saat perang, berkisar antara 20.000 dan 30.000. Pengakuan dari beberapa jugun ianfu yang masih hidup
jumlah ini sepertinya berada di batas atas dari angka di atas. Kebanyakan rumah bordilnya berada di pangkalan militer Jepang, namun dijalankan oleh penduduk setempat, bukan militer Jepang.

Menurut riset Dr. Ikuhika Hata, seorang profesor di Universitas Nihon. Orang Jepang yang menjadi jugun ianfu ini sekitar 40%, Korea 20%, Tionghoa 10%. Dan 30% sisanya dari kelompok lain.

Pada kenyataannya Jugun Ianfu bukan merupakan perempuan penghibur tetapi perbudakan seksual yang brutal, terencana, serta dianggap masyarakat internasional sebagai kejahatan perang. Diperkirakan 200 sampai 400 ribu perempuan Asia berusia 13 hingga 25 tahun dipaksa menjadi budak seks tentara Jepang.

WNNarticleSept2707Comfort_women_use

T: Mengapa Jugun Ianfu diciptakan?
A: Melakukan invansi ke negara lain yang mengakibatkan peperangan membuat kelelahan mental tentara Jepang. Kondisi ini mengakibatkan tentara Jepang melakukan pelampiasan seksual secara brutal dengan cara melakukan perkosaan masal yang mengakibatkan mewabahnya penyakit kelamin yang menjangkiti tentara Jepang. Hal ini tentunya melemahkan kekuatan angkatan perang kekaisaran Jepang. Situasi ini memunculkan gagasan untuk merekrut perempuan-perempuan lokal , menyeleksi kesehatan dan memasukan mereka ke dalam Ianjo-Ianjo sebagai rumah bordil militer Jepang.

T: Bagaimana mereka direkrut?
A: Mereka direkrut dengan cara halus seperti dijanjikan sekolah gratis, pekerjaan sebagai pemain sandiwara, pekerja rumah tangga, pelayan rumah makan dan juga dengan cara kasar dengan menteror disertai tindak kekerasan, menculik bahkan memperkosa di depan keluarga.

jugun ianfu 10
T: Siapa yang merekrut mereka?
A: Militer Jepang, sipil Jepang, pejabat lokal sepeti bupati, camat, lurah dan RT

T: Dari mana asal Jugun Ianfu?
A: Mereka berasal dari Korea Selatan, Korea Utara, Cina, Filipina, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, dan Indonesia. Sebagian kecil di antaranya dari Belanda dan Jepang sendiri. Mereka dibawa ke wilayah medan pertempuran untuk melayani kebutuhan seksual sipil dan militer Jepang baik di garis depan pertempuran maupun di wilayah garis belakang pertempuran.

ianfu2

T: Bagaimana mereka diperlakukan?
A: Mereka diperkosa dan disiksa secara kejam. Dipaksa melayani kebutuhan seksual tentara Jepang sebanyak 10 hingga 20 orang siang dan malam serta dibiarkan kelaparan. Kemudian di aborsi secara paksa apabila hamil. Banyak perempuan mati dalam Ianjo karena sakit, bunuh diri atau disiksa sampai mati.

T: Kapan dan dimana ?
A: Ianjo pertama di dunia dibangun di Shanghai, Cina tahun 1932. Pembangunan Ianjo di Cina dijadikan model untuk pembangunan Ianjo-Ianjo di seluruh kawasan Asia Pasifik.

ianfu4

T: Apa yang terjadi setelah perang?
A: Setelah perang Asia Pasifik usai Jugun Ianfu yang masih hidup didera perasaan malu untuk pulang ke kampung halaman. Mereka memilih hidup ditempat lain dan mengunci masa lalu yang kelam dengan berdiam dan mengucilkan diri. Hidup dalam kemiskinan ekonomi dan disingkirkan masyarakat. Mengalami penderitaan fisik, menanggung rasa malu dan perasaan tak berharga hingga akhir hidupnya.

T: Siapa yang bertanggungjawab atas sistem perbudakan terencana ini?
A: Kaisar Hirohito merupakan pemberi restu sistem Jugun Ianfu ini diterapkan di seluruh Asia Pasifik. Para pelaksana di lapangan adalah para petinggi militer yang memberi komando perang. Maka saat ini pihak yang harus bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan ini adalah pemerintah Jepang.

b556d95c-a03d-428e-a5ca-859814b3a381_169

T: Bagaimana sikap pemerintah Jepang masa kini?
A: Pemerintah Jepang masa kini tidak mengakui keterlibatannya dalam praktek perbudakan seksual di masa perang Asia Pasifik. Pemerintah Jepang berdalih Jugun Ianfu dikelola dan dioperasikan oleh pihak swasta. Pemerintah Jepang menolak meminta maaf secara resmi kepada para Jugun Ianfu. Kendatipun demikian Juli 1995 Perdana Menteri Tomiichi Murayama pernah menyiratkan permintaan maaf secara pribadi, tetapi tidak mewakili negara Jepang. Tahun 1993 Yohei Kono mewakili sekretaris kabinet Jepang memberikan pernyataan empatinya kepada korban Jugun Ianfu. Namun pada Maret 2007 Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan menyanggah keterlibatan militer Jepang dalam praktek sistem perbudakan seksual.

T: Apa yang dituntut para korban?
A: 1. Pemerintah Jepang masa kini harus mengakui secara resmi dan meminta maaf bahwa perbudakan seksual dilakukan secara sengaja oleh negara Jepang selama perang Asia Pasifik 1931-1945.
2. Para korban diberi santunan sebagai korban perang untuk kehidupan yang sudah dihancurkan oleh militer Jepang.
3. Menuntut dimasukkannya sejarah gelap Jugun Ianfu ke dalam kurikulum sekolah di Jepang agar generasi muda Jepang mengetahui kebenaran sejarah Jepang.

 

2. Romusha

Romusha adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakan romusha adalah petani, dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara.Jumlah orang-orang yang menjadi romusha tidak diketahui pasti – perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta.

romusha-01b

13686381991733778370_300x231.48788927336

 

 

3. Pembunuhan Massal di Nanjing (Dec. 1937 – Feb. 1938)

Pembunuhan massal Nanjing ( Rape of Nanjing/Nanjing Massacre ) dilakukan oleh militer Jepang di Nanjing, hal ini dimulai setelah Cina jatuh ke tangan Jepang dan berakhir sekitar akhir 1938. Lebih dari 300.000 ribu rakyat cina dibunuh, diperkosa, disiksa.

Jepang secara konstan menolak terjadinya pembunuhan massal ini, dan mencoba mengubah sejarah dengan mengklaim Jepang adalah pemersatu Asia.

killone

japnhead

hds-disp

womencld

Para tahanan perang yang berjumlah sekitar 57.000 orang dikurung di Gunung MuFu, lebih kurang 10.000 prajurit dan sisanya rakyat sipil. Mereka semua dibawa ke CaoXieXia dan dibunuh semua (57.000 orang). Pada November 1894, Jepang membunuh 30.000 orang Cina di kota Luushun.

Diperkirakan ada 300.000 korban orang Tionghoa yang dibunuh dalam insiden tersebut. Saat insiden terjadi, orang-orang Nanking (Nanjing) disiksa, disekap, dibunuh, dicincang, dipenggal, diperkosa, dan juga dizarah.

rapecut

Seorang wanita diperkosa dan dibunuh, para wanita yang diperkosa perutnya dibelah agar organnya keluar semua, payudara mereka dipotong.

 

 

Ada sebuah kesaksian dari korban insiden tersebut: “Pada tanggal 16 Desember saya turun kejalan, asap, tembakan masih belum selesai juga. Jumlah mayat dari orang-orang negaraku sangatlah mengerikan jumlahnya, khususnya jumlah mayat wanita… kira-kira 8 dari 10 mayat wanita dibagian perutnya dibelah hingga terbuka, darah deras bercucuran. Ada beberapa mayat ibu-ibu yang mati tergeletak dengan bayinya yang sudah tertutup penuh dengan darah, payudara dari mayat wanita banyak yang dipotong atau ditusuk dengan bayonet hingga potongan daging sudah tercampur penuh dengan darah…”

rapebody

 

Untuk meningkatkan moril para tentara Jepang, salah satu komandan perang Jepang mengatakan: “Orang-orang Cina tidak memiliki nilainya, bahkan tidak lebih bernilai daripada anjing dan kucing.”

 

4. Kompetisi Membunuh

japnbodyKomandan-komandan militer Jepang menggunakan kompetisi membunuh untuk meningkatkan moral para serdadunya, mereka mengundang para penulis berita untuk mempublikasikan pemenangnya di koran-koran.

Salah satu kompetisi membunuh di ZiJin dipublikasikan di koran di seluruh dunia.

2jap

Letnan dua (Letda) Mukai dan Noda membunuh 105 dan 106 orang Cina, yang lebih hebat dari mereka di kompetisi sebelumnya adalah Kapten Tanaka Gunkhici, membunuh 300 orang Cina dengan tangannya sendiri.

(Beberapa koran jepang memuat ini sebagai suatu Kompetisi)

 

5. UNIT 731: Eksperimen biologi dan kimia terhadap manusia (Tahanan Perang)

UNIT 731 adalah eksperimen biologi dan kimia Jepang yang dirahasiakan, tahanan perang digunakan dalam eksperimen ini.

Shiro-ishii

Shiro Ishii, komandan unit 731.

Beberapa contoh eksperimen itu adalah:
1. Menggantung manusia naik turun untuk melihat berapa lama akan bertahan sebelum tercekik sampai mati.
2. Menginjeksi udara ke arteri manusia untuk melihat berapa lama waktu terjadi emboli.
3. Meninjeksi urin kuda ke ginjal manusia.
4. Tidak memberikan makanan kepada tahanan untuk melihat berapa lama mereka akan bertahan hidup sampai mati.
5. Menempatkan manusia di ruangan bertekanan tinggi untuk melihat berapa lama akan bertahan hidup sampai mati.
6. Menempatkan manusia di temperatur yang ekstrim untuk melihat bagaimana suhu dapat merusak tubuh manusia dan melihat berapa lama manusia tsb bertahan hidup sampai mati.
7. Menggunakan tahanan perang sebagai eksperimen meneliti hubungan antara temperatur, pembakaran, dan ketahanan hidup.
8. Menempatkan manusia dalam mesin pemutar untuk melihat berapa lama akan bertahan hidup sampai mati.
9. Menginjeksi darah hewan ke manusia untuk mempelajari efeknya.
10. Menggunakan radiasi sinar-x tinggi kepada tahanan untuk mempelajari efeknya.
11. Menempatkan manusia di dalam ruangan gas beracun untuk mempelajari efeknya.
12. Menginjeksi air laut untuk melihat apakah dapat mengganti kadar garam dalam tubuh manusia.

vivisect

japsec

731body

 

——–

Tidak ada maksud untuk melakukan insult terhadap masyarakat Jepang, ini hanyalah catatan perang yang dilakukan Jepang di Perang Dunia II.

Jepang bukan satu-satunya negara yang melakukan banyak kejahatan, banyak negara lain yang melakukan hal yang lebih parah. Kebetulan, korbannya adalah sesama Asia khususnya daerah Timur sendiri.

Beberapa negara jajahan Jepang sendiri merdeka pada akhirnya, setelah Jepang kalah dalam perang ini setelah digempur oleh blok barat, sebagai bentuk bantuan untuk Tiongkok, lalu puncaknya di bom nya kota Hiroshima dan Nagasaki sebagai bentuk balas dendam terhadap insiden Pearl Harbour, Jepang sudah dianggap kehabisan tenaga saat itu.

Advertisements

One thought on “Catatan Kejahatan Perang Jepang

  1. joko33 says:

    UNIT 731, antara eksperimen dan iseng emang tipis bedanya

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

February 2015
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
%d bloggers like this: