Pulau Andaman, Kebun Safari Manusia

Leave a comment

24/03/2016 by Ng William

Pulau Andaman, sering kali kita dengar nama Pulau Andaman ini, tapi siapa yang tau apa isi dari Pulau Andaman ini?

Pulau Andaman sendiri berada di timur India, selatan Myanmar dan barat Malaysia, atau lebih tepatnya berada di Samudra Hindia.

Pulau Andaman sendiri sangat indah dilihat, pantainya yang bersih dengan laut yang jernih disisinya, pohon-pohon yang rindang sehingga menyajikan hutan yang sangatlah lebat dari kejauhan.

Tapi semua hal indah tersebut akan sirna ketika anda mulai mendekati untuk masuk ke Pulau Andaman, anda akan disambut dengan batu atau panah api oleh penduduk lokal.

Suku Sentinel adalah penduduk asli Pulau Andaman, orang-orang Sentinel berkulit gelap dan berambut kriwil jagung. Mereka tak segan-segan membunuh siapaun orang asing yang mencoba masuk ke Pulau ini.

Dokumen Arab dan Persia awal melaporkan bahwa pulau-pulau Andaman dihuni oleh suku-suku ganas. Kemudian penjelajah India dan Eropa menjauhi pulau-pulau ini untuk menghindari suku-suku yang ganas ini.

Marco Polo menyebut mereka “Masarakat yang paling keras dan kejam yang tampaknya memakan semua orang yang mereka tangkap”.

Suku Sentinel menjadi salah satu suku yang menolak sentuhan teknologi pada kehidupannya, mereka menolak hidup modern, mereka bahkan tak segan-segan membunuh siapapun yang datang ke area mereka. Bahkan pemerintah India yang ingin mengetahui apakah Suku Sentinel selamat pada bencana Tsunami tahun 2004 saja malah ditolak dengan mentah-mentah dan dengan kekerasan, lucu juga ternyata mereka masih hidup dan masih sama kelakuannya.

Pada tahun 2006, ada 2 orang nelayan yang memancing terlalu dekat di Pulau Andaman, mereka pada akhirnya dibunuh oleh masyarakat sekitar, bahkan pemerintah India (Pulau Andaman masuk teritori India) yang mengirim tim untuk mengambil kedua jenazah nelayan tersebut saja ditolak, helikopter yang terbang rendah ditimpuki batu dan panah api oleh Suku Sentinel.

Jika nonton video diatas memang masih sedikit bingung dengan mereka, dari luar terlihat seperti manusia suku biasa, di Afrika atau di Papua yang hidup dengan adat leluhur tapi suku yang satu ini benar-benar tidak pernah tersentuh dunia modern, mungkin mereka akan kaget jika melihat wanita kulit putih.

Di Papua sendiri memang masih ada beberapa suku yang juga menolak sentuhan teknologi dan kehidupan modern bagi masyarakat suku mereka, tetapi mereka bukanlah suku yang senang dengan kekerasan, mereka masih terhitung penduduk Indonesia dan kadang masih berkomunikasi dengan dunia modern, misalnya Pemerintah mengirim tim medis untuk menangani masalah bencana penyakit, ataupun memilih kepala daerah atau presiden dll. Tapi mereka cenderung hanya diwakilkan oleh Kepala Suku mereka saja. Intinya meski masih hidup sesuai adat tradisi leluhur mereka dan menolak kehidupan modern mereka masih baik-baik saja dan tidak menolak atau melawan dengan kekerasan.

Lucu juga membayangkan Suku Sentinel yang menghadapi bencana Tsunami (sebenarnya ini bukan hal yang lucu, tapi weird jika dibayangkan) pada 2004, entah apa yang mereka alami di Pulau Andaman. Apakah mereka kaget dengan air bah yang menerjang tempat mereka? Apakah sebenarnya air bah-nya tidak berarti apapun bagi mereka? Dan bagaimana reaksi antar mereka setelah Tsunami tersebut. Cukup unik dibayangkan.

Dengan kulitnya yang gelap, apakah Negroid-negroid modern cukup bingung bagaimana nenek moyang mereka bisa berlayar hingga Pulau Andaman dari Afrika? Bahkan orang-orang Papua dan Melanesia dari pulau-pulau di Samudra Pasifik ternyata masih sama-sama Negroid, sama seperti saudara besarnya di Afrika.

Saya sendiri yang seorang Mongoloid modern cukup heran, bagaiman orang-orang dengan muka Mongoloid bisa berlayar sampai Greenland dan New Zealand.
Greenland dekat kutub utara dan New Zealand cukup dekat dengan kutub selatan.

Suku Inuit (Eskimo), Greenland.

Suku Maori, New Zealand.

Ajaib kan? Sepertinya hanya Caucasoid yang beda sendiri, mereka menumpuk hanya di Eropa. Beda dengan Negroid dan Mongoloid yang mengisi daratan-daratan di seluruh dunia. Dengan catatan kita tidak menghitung turunan Arya-Dravida yang sampai ke Iran-India utara.

Fakta saja, meski dimana-dimana kita melihat Caucasoid (alias bule) dimana-dimana, di media, tv, internet atau dimanapun dan mereka menguasai dunia (cukup lihat kuatnya pengaruh negara-negara Eropa dan Amerika untuk dunia) tapi populasi Caucasoid hanya 9% dari populasi manusia di dunia.
Caucasoid itu ras unggul? Siapa juga yang tau?

Advertisements

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2016
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: